Menyusun tutorial, mengirim data melalui email,memposting blog
Nungki Puspita Sari (0811230064)
Menyusun tutorial, mencari contoh dokumen.
TUTORIAL WORD 2003
Sebuah dokumen terdiri dari tiga section: Section 1 → HALAMAN JUDUL Section 2→ KATA PENGANTAR DAFTAR ISI DAFTAR GAMBAR DAFTAR TABEL DAFTAR LAMPIRAN Section 3 → ISI
Untuk mempermudah dalam mengolah dan memformat dokumen, maka langkah yang kita lakukan adalah: • Untuk pindah ke section berikutnya tanpa harus menekan tombol Enter, maka kita klik Insert pilih Break dan kemudian pilih Next Page. • Kemudian kita menulis judul dalam tiap halaman dengan karakter huruf yang berbeda maka kita klik format, styles and formatting, new style untuk membuat karakter huruf yang baru, dalam new style tersebut terdapat properties name dan kita ubah name tersebut menjadi halaman judul dan kita mengisi style based on dengan type normal, kemudian kita memformat karakter dan font huruf sesuai pilihan, kemudian klik OK. • Pada setiap section memiliki type halaman yang berbeda maka tidak dapat mengunakan format halaman pada umumnya, akan tetapi kita dapat menggunakan klik view kemudian pilih header and footer dan pilih insert page number. • Untuk membuat daftar isi secara otomatis, klik Insert, pilih Reference, pilih Index and Tables, Table of Contents, Show Levels di ubah sesuai Heading (ex. Heading 1) • Jika ada tambahan data, gambar, table, dan lampiran, maka akan mengubah posisi halaman sehingga kita perlu memperbarui daftar isi yaitu dengan klik kanan pada lembar daftar isi, pilih Update Field, kemudian pilih Update Entire Table. • Cara membuat daftar gambar, maka kita klik Format, Styles and Formatting, New Style, kemudian ubah properties Style Based on, lalu pilih table of figure
berikut kami sertakan contoh dokumen :
MANAJEMEN PROSES PEMOTONGAN SAPI
DI RUMAH POTONG HEWAN
DINAS PETERNAKAN DAN PERIKANAN KABUPATEN JOMBANG
Laporan Pelaksanaan Praktek Kerja Lapang
Oleh :
Willy Priliyani
NIM. 0510543004
PROGRAM STUDI TEKNOLOGI HASIL TERNAK
FAKULTAS PETERNAKAN
UNIVERSITAS BRAWIJAYA
MALANG
2009
KATA PENGANTAR
Kami menyadari sepenuhnya bahwa karya tulis ilmiah ini masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu, kritik dan saran yang ada relevansinya dengan penyempurnaan karya tulis ilmiah ini sangat kami harapkan. Kritik dan saran sekecil apapun akan kami perhatikan dan pertimbangkan guna penyempurnaan karya tulis ilmiah ini.
Kami mengambil tema kesadaran akan bahaya pornografi dan pornoaksi. Judul dari Karya tulis ilmiah kami adalah “PENGARUH PORNOGRAFI DAN PORNOAKSI TERHADAP PERKEMBANGAN MENTAL DAN PERILAKU REMAJA INDONESIA”.
Pada kesempatan kali ini kami mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang telah membantu dalam menyelesaikan karya tulis ilmiah ini.
Semoga karya tulis ilmiah ini mampu memberikan manfaat dan mampu memberikan nilai tambah kepada para pemakainya. Karya tulis ilmiah ini berisi tentang definisi pornografi dan pornoaksi,serta pengaruhnya terhadap mental dan perilaku remaja. Di dalam karya tulis ilmiah terdapat undang-undang tentang pornografi dan pornoaksi. Karya tulis ilmiah inijuga memberikan informasi tentang bahaya dan dampak dari pornografi dan pornoaksi. Karya tulis ilmiah ini lebih dikhususkan untuk remaja,namun tidak menutup kemungkinan dibaca oleh masyarakat umum.
Kata Pengantar……………………………………………………………………………………………....ii
Daftar Isi………………………………………………………………………………………………………..iii
Bab I.
BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Analisa Situasi
Daging merupakan salah satu bahan pangan yang bernilai gizi tinggi. Kandungan nutrisi yang dimiliki daging selain sumber protein hewani adalah lemak, vitamin B kompleks dan mineral khususnya zat besi yang sangat diperlukan dalam pertumbuhan dan perkembangan. Daging dalam setiap 100 gram daging dapat memenuhi kebutuhan gizi orang dewasa setiap harinya ± 10% kalori, 50% protein dan 35% zat besi (Soeparno, 1998). Daging yang sehat dan segar dapat diperoleh dengan penanganan dan pengendalian mutu yang baik.
Daging yang berkualitas biasanya dapat dilihat secara organoleptik, yaitu berdasar pada kondisi fisik, seperti warna daging merah cerah, baunya normal tidak menyimpang seperti bau busuk, permukaan daging tampak basah dan tidak berlendir. Daging yang memenuhi standar kualitas dapat diperoleh dengan melakukan cara produksi yang baik, mulai dari pemotongan, pelayuan, penyimpanan dingin, pengangkutan, sampai akhirnya daging dapat dipasarkan. Perlakuan-perlakuan tersebut harus mampu mencegah terjadinya kontaminasi mikroorganisme yang dapat menghambat aktivitas metabolismenya sehingga kualitas daging dapat dipertahankan sekaligus memenuhi syarat keamanan dan kesehatan untuk dikonsumsi.
Rumah Potong Hewan (RPH) merupakan kompleks bangunan dengan desain tertentu yang dipergunakan sebagai tempat memotong hewan secara benar bagi konsumsi masyarakat luas dan harus memenuhi persyaratan-persyaratan teknis tertentu. Daging yang berasal dari RPH terkadang masih diragukan kualitasnya karena RPH di Indonesia sebagian besar masih tergolong tradisional. Kondisi RPH yang masih sederhana terutama dalam hal konstruksi bangunan, bahan bangunan, peralatan dan pembagian ruang untuk proses pemotongan ternak sampai asal-usul ternak yang dipotong belum begitu diperhatikan. Hal itu dapat terlihat jelas dengan kondisi daging di pasaran yang kondisi organoleptiknya kurang begitu memuaskan, seperti warna pucat dan permukaan dagingnya terasa berlendir.
Gambar 1. gambar peternak
Rumah Potong Hewan Kabupaten Jombang merupakan salah satu unit pelaksana teknis daerah yang melakukan fungsi dalam memenuhi kebutuhan daging bagi masyarakat di Kabupaten Jombang dan sekitarnya. Rata-rata produksi dan konsumsi daging di
Kabupaten Jombang pada tahun 2003 sampai 2007 menurut sumber data Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Jombang berturut-turut ± 14.728,2 kg dan 12,176 kg/kap/th dengan total jumlah penduduk Kabupaten Jombang ± 1.160.434 jiwa. Rumah Potong Hewan Kabupaten Jombang ini tentunya mempunyai peran dalam memberikan jaminan keamanan bahan pangan asal ternak terutama daging yang akan diedarkan pada masyarakat Kabupaten Jombang dan sekitarnya. Untuk itu, manajemen proses pemotongan ternak sapi yang benar sangat penting dilakukan.
Tabel 1. Jumlah hewan ternak
Hewan
Jumlah
Kondisi
Sapi
50
Baik
Babi
20
Baik
Kambing
25
Baik
Gambar 2. gambar patung
1.2. Rumusan Masalah
Permasalahan yang timbul adalah bagaimanakah manajemen pemotongan sapi yang dilakukan oleh Rumah Potong Hewan Kabupaten Jombang yang sesuai dengan prinsip – prinsip proses pemotongan sapi secara baik dan benar sehingga mampu menghasilkan karkas yang memiliki kualitas baik, sehat, halal dan aman bagi konsumen.
1.3. Tujuan PKL
Tujuan dari pelaksanaan Praktek Kerja Lapang ini adalah untuk mengetahui dan mempelajari secara langsung manajemen proses pemotongan sapi yang dilakukan Rumah Potong Hewan Kabupaten Jombang mengenai proses sebelum, saat dan setelah pemotongan serta membandingkannya dengan teori di perkuliahan.
Tabel 2. Biaya Ternak
Makanan
Jumlah
Harga
Rumput
50kg/hari
Rp. 50.000
Dedak
50kg/hari
Rp. 50.000
Gambar 3. gambar daun
1.4. Kegunaan PKL
Kegunaan dilaksanakannya Praktek Kerja Lapang ini adalah :
a. Bagi Mahasiswa
Dapat meningkatkan wawasan, pengetahuan, dan keterampilan mahasiswa tentang segala sesuatu yang berhubungan dengan pemotongan sapi maupun penanganan karkas sapi.
b. Bagi Fakultas
Sebagai acuan bahwa manajemen proses pemotongan sapi yang baik sangat perlu diterapkan dalam lingkungan akademik dan meningkatkan kerja sama antara fakultas dengan RPH Kabupaten Jombang.
Bagi RPH Kabupaten Jombang
Memberikan pertimbangan dan masukan bagi RPH Kabupaten Jombang mengenai manajemen proses pemotongan sapi yang baik dan benar dalam upaya meningkatkan kualitas karkas dan daging yang dihasilkan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar